Wisata Jepang 2021

4 min read

Wisata Jepang 2021

Wisata Jepang 2021

Wisata Jepang 2021

Wisata Jepang 2021 ternyata tak hanya terbatas pada keindahan bunga sakura ataupun gemerlap sudut-sudut Kota Jepang saja. Pasalnya, Sahabat Satutours juga bisa mengeksplor tour Jepang Surabaya melalui keunikan teaternya yang memiliki sejarah panjang dan kaya. Meskipun, ide untuk mengunjungi pentas teater suatu negeri asing tampak sedikit mengerikan.

Namun, saat ini ada juga wisatawan yang tertarik untuk menikmati salah satu karya seni besar Jepang tersebut. Mereka seolah mengesampingkan rasa takut akan kesulitan mengikuti jalan cerita di panggung karena adanya perbedaan bahasa dan budaya. Apalagi, sudah banyak teater di Jepang yang memiliki fasilitas untuk mengakomodir penonton asing dan membuat pementasannya lebih mudah dipahami oleh wisatawan manapun.

Nah, panduan berikut ini bisa Sahabat Satutours jadikan sebuah perkenalan mengenai bentuk-bentuk pentas teater Jepang yang bisa dipilih ketika melakukan travel tour Jepang Surabaya.

Pentas teater Jepang sebagai alternatif wisata

  1. Bunraku

Pementasan teater Jepang pertama yang bisa Sahabat Satutours jadikan alternatif ketika travel tour Jepang Surabaya adalah bunraku. Teater boneka tradisional Jepang ini juga dikenal dengan nama ningyo joruri yang pertama kali diadakan di Osaka sekitar tahun 1684.

Bunraku agak sedikit berbeda dengan teater boneka yang berasal dari Eropa. Boneka-boneka ini memiliki tinggi sekitar 1,5 meter yang digerakkan oleh tiga dalang. Pergerakannya cukup harmonis sehingga tiap karakter boneka terlihat hidup. Kepala-kepala boneka ini terbuat dari kayu yang ekspresinya bisa berubah apabila cerita dalam pementasan tersebut berganti menjadi cerita supranatural.

Sementara itu, di sisi panggung duduk seorang tayu atau sang penyanyi dan pemain shamisen. Keduanya juga berperan penting dalam pementasan bunraku. Sang penyanyi inilah yang bertanggung jawab membuat boneka-boneka seolah hidup dengan mengisi berbagai jenis suara sehingga meningkatkan efek emosional pada pementasan.

National Bunraku Theater di Osaka telah dilengkapi panduan dan alat pendengar untuk para wisatawan asing agar bisa mengikuti alur cerita. Panduan ini juga bisa dijadikan sumber informasi mengenai berbagai simbolis dan musik yang muncul dalam pementasan tersebut sehingga bisa diapresiasi dengan baik.

  1. Kabuki

Kabuki merupakan bagian dari warisan budaya non-benda kemanusiaan yang disajikan untuk mengejutkan penonton dengan cerita-cerita modern dan bersemangat. Kabuki juga dikenal sebaga penanda kelahiran budaya populer. Di awal kemunculannya, orang-orang dari berbagai kalangan yang berbeda membaur jadi satu di dalam teater untuk menyaksikan kabuki.

Kabuki dipentaskan pertama kali pada tahun 1603 yang sebagian besar dimainkan oleh para wanita. Kesenian budaya tradisional Jepang yang memadukan antara drama, musik dan tarian ini hanya bertahan selama 26 tahun saja. Pasalnya, kabuki sempat dilarang di tahun 1629 karena dianggap terlalu erotis.

Salah satu solusi yang ditawarkan saat itu adalah mengganti para pemeran wanita dengan pria-pria muda. Tapi nyatanya, hal tersebut tetap tidak menyelesaikan masalah yang berkaitan erat dengan kabuki sehingga berdampak pada mendominasinya pemeran pria. Tentu saja, ini membuat perubahan fokus pementasan dari tarian menjadi drama yang dinilai membosankan.

Meski segelintir pemeran wanita masih ada di Jepang sampai saat ini, kabuki masih dikaitkan dengan para pria yang memainkan hampir semua peran. Para bintang utama dari pementasan kabuki ini memiliki sebutan onnagata.

Sebagian besar onnagata mengenakan kostum megah nan rumit tanpa topeng di wajahnya. Namun, mereka merias wajah dengan warna putih yang khas dipadukan warna-warna tertentu, seperti biru untuk penjahat dan merah untuk pahlawan.  

Meski terkesan lebih modern, kabuki yang bisa Sahabat Satoturs saksikan ketika tour Jepang Surabaya saat ini menjadi jauh lebih bergaya. Para aktor memeragakan pose berani nan berlebihan yang disebut mie hanya untuk membangun karakter.

Di era modern seperti saat ini, kabuki dianggap sebagai seni tradisional kelas tinggi. Kabuki juga akan selalu dikenal dengan pemanfaatan efek-efek khusus yang menakjubkan, seperti pintu-pintu jebakan, panggung berputar, dan efek mengejutkan lainnya. Selain itu, kabuki selalu disajikan dengan cerita beragam dari yang berbau sejarah seperti The 47 Ronin hingga kehidupan sehari-hari.

Sahabat Satutours bisa menikmati pementasan kabuki di Kabuki-za Theater di kawasan Ginza, Tokyo. Sahabat Satutours tak perlu khawatir karena di tempat ini telah menggunakan sistem teks subtitle yang sangat membantu untuk memahami cerita.

Jika Sahabat Satutours lebih menyukai kabuka dengan setting tradisional, maka Sahabat Satutours bisa datang ke kanamaru-za. Tempat yang juga dikenal dengan Konpira Grand Theater di Kotohira ini mengadakan pementasan di sisa-sisa teater kabuki tertua di Jepang. Mereka menggelar kabuki selama sebulan dalam setahun, tepatnya saat musim semi.

  1. Noh

Noh merupakan bentuk teater tertua di Jepang yang masih dipentaskan hingga kini. Tak heran, jika noh akhirnya menjadi bagian dari warisan budaya non-benda atau intangible cultural heritage UNESCO.

Berbeda dengan kabuki, noh tidak pernah menjadi bagian dari hiburan untuk masyarakat umum karena hanya ditujukan untuk kalangan atas. Penggemar pertama sekaligus penyokong setia noh dari sekian banyak penggemar terbesar adalah Shogun Ashikaga Yoshimitsu. Noh telah mempertahankan perannya sebagai sumber hiburan kaum elit sejak zaman Tokugawa di tahun 1603-1868.

Noh yang dipentaskan secara tradisional bisa memakan waktu yang sangat panjang. Tiap pementasan terdiri dari lima babak dengan selingan komedi kyogen ketika babak berganti. Meski saat ini pementasannya cenderung lebih pendek dan cepat, tak banyak yang berubah dari pertunjukan noh itu sendiri.

Noh adalah sebuah pementasan yang dimainkan secara perlahan sehingga tampak seperti suatu upacara tradisional, di mana emosi disampaikan dengan gestur yang diperagakan secara apik dan juga epik.

Modifikasi pementasan noh berikutnya ditekankan oleh para pemain yang menggunakan topeng. Hal ini menjadi salah satu poin utama dari setiap pertunjukan noh di Jepang. Topeng-topeng ini memiliki arti dan mewakili tokoh yang dibawakan, seperti anak-anak, orang tua, wanita, ataupun hantu. Ekspresi tiap topeng ini juga bisa berubah hanya dengan sedikit gerakan kepala.

Sejak zaman dahulu, para tokoh yang dipentaskan dalam noh selalu diperankan oleh laki-laki. Meskipun secara teori, para kaum hawa juga bisa bermain di pementasan noh modern, tradisi yang sama terus berlaku di dalam penyelenggaraan teater kuno ini.

Noh seringkali mengadopsi dongeng-dongeng tradisional khas Jepang, termasuk di dalamnya elemen supranatural. Biasanya, di tiap pementasan ada beberapa tokoh. Mulai dari shite (protagonis), waki (lawan main), dan pendampingan dari kelompok paduan suara yang terdiri dari 6-8 orang bernama jiutai. Ada pula sekelompok pemain musik atau hayashi yang mengenakan kostum tradisional hakama dan kimono.

Hampir di sepanjang pementasan, penerangan selalu dinyalakan karena tidak adanya tirai dalam teater noh. Dengan demikian, Sahabat Satutours bisa melihat para pemain keluar-masuk melalui hashigakari atau jembatan. Meski tak ada latar tempat, para aktor bermain sangat memesona dengan kostum rumit dilengkapi properti unik, seperti kipas.

Sahabat Satutours bisa menyaksikan noh di National Noh Theater di Osaka atau di salah satu panggung luar ruang yang cantik di beberapa kuil. Namun sayangnya, belum ada panduan audio berbahasa Inggris di dalam teater ini. Meski begitu, mereka tetap menyediakan informasi rinci mengenai seni noh itu sendiri dalam bentuk brosur berbahasa Inggris.

Nah, jika Sahabat Satutours penasaran dengan tiga kesenian teater tradisional khas Jepang di atas, Sahabat Satutours bisa menyempatkan diri untuk menyaksikannya saat wisata Jepang 2021.

Memang masih jarang agen perjalanan wisata yang memasukkan acara teater seperti ini ke dalam itinerary untuk tour Jepang Surabaya. Tapi, Sahabat Satutours tak perlu khawatir jika tour Jepang Surabaya bersama Satutours.

Sebab, acara ataupun lokasi yang tak biasa seperti ini bisa Sahabat Satutours request dengan mengambil paket private travel tour Jepang Surabaya. Sudah pasti pula harga yang ditawarkan paling murah untuk kelas private tour. Jadi, tunggu apalagi? Segera hubungi Satutours melalui Whatsapp di 0812 2345 2545

Harga Paket Tour Jepang


3 min read

Harga Tour Jepang Surabaya


3 min read

Biaya Tour Jepang Surabaya


3 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.