Tour ke Cappadocia Turki di Surabaya

1 min read

Tour ke Cappadocia Turki di Surabaya

Tour ke Cappadocia Turki di Surabaya

Tour ke Cappadocia Turki di Surabaya mengalami peningkatan popularitas yang sangat pesat. Kondisi ini tidak mungkin dihindari mengingat Cappadocia sendiri menyajikan pengalaman wisata yang sangat menyenangkan.

Tour ke Cappadocia Turki di Surabaya
Tour ke Cappadocia Turki di Surabaya

Cappadocia termasuk daerah yang berada di dataran tinggi Turki. Lokasinya berada 1000 meter di atas permukaan laut. Ketinggian tersebut membuat lokasinya begitu panas di musim panas dan begitu dingin di musim dingin. Ada banyak hal unik yang bisa dilakukan di Cappadocia. Salah satu yang paling menarik menikmati keindahan langitnya. Dalam tour Turki Surabaya, Cappadocia terkenal memiliki banyak balon udara.

Setiap harinya ada ratusan balon udara yang diterbangkan. Menaiki balon udara atau sekadar berfoto di bawahnya pasti menjadi pengalaman liburan yang menyenangkan. Perlu diingat, Cappadocia memiliki tempat wisata yang sangat banyak.

Oleh sebab itu, merupakan keputusan yang sangat tepat apabila mempelajari detail wisatanya terlebih dahulu. Adalah kesalahan jika tour Turki Cappadocia dilakukan tanpa persiapan.

Perjalanan Wisata ke Cappadocia Turki di Surabaya

Terdapat beberapa tempat yang direkomendasikan ketika datang ke Cappadocia. Tempat-tempat ini sendiri direkomendasikan bukan tanpa alasan. Biasanya travel tour Turki membuat rating kepuasan konsumen di setiap perjalanan. Hasilnya titik-titik inilah yang paling memuaskan ketika pengunjung datang ke Cappadocia.

1. Cave Hotel

Tempat pertama yang wajib dikunjungi adalah cave hotel. Seperti namanya, penginapan ini berbentuk gua. Guanya sendiri tidak alami karena di masa lalu pembuatannya dilakukan dengan memahat gunung batu. Jangan samakan batu hotel ini dengan batu normal.

Batu di cave hotel berwarna putih dan berkilap indah. Hal tersebut membuat suasana di malam hari terasa semakin megah walaupun nuansa yang didapatkan sangat klasik. Keunggulan utama hotel ini terletak pada keaslian yang masih dijaga. Ketika menginap, Teman Jalan akan melihat berbagai perkakas yang ada di masa romawi kuno. Tidak hanya dipajang, perkakas itu memang digunakan sebagai peralatan hotel.

2. Goreme National Park

Sebelumnya telah dibahas kalau keunikan utama dari Cappadocia terletak pada balon udaranya. Perlu diketahui, balon udara tersebut dapat ditemukan di goreme national park. Oleh karena itu pastikan untuk mengunjungi taman ini saat datang ke Cappadocia.

Sebenarnya jika tidak masalah dengan ketinggian, adalah keputusan tepat apabila naik ke atas balon udara. Jika ingin naik, Teman Jalan harus mengeluarkan uang tambahan sekitar 100 sampai 150 euro. Nantinya indahnya wilayah Cappadocia akan terlihat jelas.

Ketika berada di ketinggian, tidak akan terasa kalau Turki sudah berada di masa modern. Itu karena kebanyakan bangunan disana masih dijaga keasliannya.

3. Fairy Chimney

Tempat selanjutnya yang bisa dikunjungi adalah fairy chimney. Seperti namanya, tempat ini merupakan cerobong asap. Sama seperti kebanyakan bangunan lain di Cappadocia, cerobong asapnya sendiri terbuat dari batu yang dipahat.

Jika ingin menemukan fairy chimney, datanglah terlebih dahulu ke monk valley. Untuk Teman Jalan yang belum mengetahui, monk valley memiliki mitos yang berhubungan dengan peri. Konon katanya, ada banyak peri yang tinggal di bawah tanah monk valley. Selain itu, banyak juga biarawan yang bertapa di tempat ini.

Pigeon Valley

Tempat terakhir yang tidak boleh terlewat adalah pigeon valley. Dari kejauhan, tempat ini memang terlihat seperti lembah biasa dengan banyak tebing batu. Namun jika didekati, pigeon valley sebenarnya merupakan perumahan. Tentu rumah-rumah tersebut berada di tebing batu yang sudah melewati proses pemahatan. Kata pigeon sendiri berasal dari merpati-merpati yang dulu sering digunakan sebagai pengirim pesan di area ini.

Banyak orang yang mengaku bahagia selepas pulang dari Cappadocia. Jika Teman Jalan melakukan persiapan matang, kebahagiaan saat tour ke Cappadocia Turki di Surabaya juga pasti dirasakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.