Harga Haji Furoda dari Surabaya 2023

3 min read

Harga Haji Furoda dari Surabaya 2023

Harga Haji Furoda dari Surabaya 2023

Harga Haji Furoda 2023 – Ibadah haji merupakan sebuah kegiatan ibadah yang sangat penting dan wajib bagi umat muslim terlebih bagi mereka yang mampu secara finansial dan juga fisik. Ibadah haji juga merupakan rukun Islam yang kelima, yang harus dilakukan sekali dalam seumur hidup. Pelaksanaan ibadah ini dilakukan di Tanah Suci, yakni Makkah dan Madinah,  hal ini jadi paripurna dalam keislaman bagi seorang muslim.

Harga Haji Furoda dari Surabaya 2023

Harga Haji Furoda Surabaya

Dalam pelaksanaannya ibadah haji bisa dilakukan dengan tiga jalur yakni jalur haji reguler, jalur haji khusus dan juga jalur haji furoda. Berbeda dengan jalur haji yang lain jika Sahabat ingin berangkat beribadah haji tanpa harus lama menungu antrian maka haji furoda bisa menjadi pilihan. Pasalnya, jemaah haji bisa berangkat langsung tanpa menunggu antrean yang panjang hingga belasan tahun lamanya.

Sebagai penyelenggara ibadah haji dan umroh, Satutours menawarkan paket haji furoda Surabaya dengan segala kelebihan dan fasilitas menarik. Salah satunya ialah waktu tunggu yang singkat bahkan bisa atur jadwal sendiri. Selain itu, Sahabat satutours juga akan mendapatkan layanan terbaik dalam proses pelaksanaan ibadah haji.

Meski lebih mahal dibanding dengan haji yang lain, namun harga haji furoda Surabaya tidaklah terlalu mahal karena sahabat Satutours bisa berangkat melaksanakan ibadah haji tanpa perlu mengantri hingga puluhan tahun. Cukup daftarkan diri dan duduk di rumah untuk menerima konfrimasi tangal keberangkatan. Untuk informasi lebih detail silakan hubungi nomor yang tersedia.

Tata Cara Ibadah Haji yang Harus dipahami

Di Indonesia, jika sahabat Satutours ingin menunaikan ibadah haji, umumnya harus menunggu antrean yang cukup lama. Bahkan di sejumlah wilayah di Indonesia, jemaag harus menunggu hingga puluhan tahun. Hal ini disebabkan karena masyarakat Indonesia sangat antusias untuk beribadah haji ke tanah suci. Namun dengan program travel haji furoda Surabaya, kini sahabat Stautours tak perlu lagi menunggu lama-lama untuk melaksanakan ibadah haji.

Setelah itu jemaah haji furoda Surabaya juga harus memikirkan beberapa hal penting lainnya dalam pelaksanaan ibadah haji yakni manasik atau tata cara beribadah haji. Yang dimaksud dengan manasik haji ialah simulasi dalam menjalankan ibadah haji yang  dilaksanakan sesuai dengan tata cara sebagaimana melakukan ibadah haji yang sesungguhnya. Berikut rangkuman tata cara pelaksanaan ibadah haji yang wajib diketahui sebelum berangkat berhaji ke Tanah Suci.

1. Rukun Haji

Rukun haji merupakan perbuatan atau tindakan yang wajib dilakukan dan tak bisa diganti meskipun dengan bayar denda. Jika sahabat satutours tanpa sengaja meninggalkan salah satu rukun haji yang dimaksud, maka ibadah hajinya menjadi tidak sah. Untuk rukun haji terbagi menjadi 6, diantaranya:

  1. Niat haji atau Ihram
  2. Wukuf di Arafah
  3. Tawaf atau mengelilingi ka’bah hingga 7 kali putaran
  4. Sa’I atau berlari-lari kecil dari bukit safa hingga bukit marwah sebanyak 7 kali
  5. Mencukur atau menggunting rambut
  6. Tertib

2. Wajib Haji

Sedangkan yang dimaksud dengan wajib haji ialah perbuatan atau tindakan yang harus dilakukan dalam pelaksanaan ibadah haji. Jika wajib haji tidak dilaksanakan atau dilanggar, maka ibadah hajinya menjai tidak sah. Namun hal tersebut dapat ditebus dengan membayarkan denda (dam), caranya dengan menyembelih binatang. Untuk wajib haji terdapat enam hal yaitu;

  1. Niat berhaji atau Ihram, di mulai dari miqat atau batas yang telah ditentukan
  2. Mabit atau bermalam atau menginap di Muzdalifah ketika malam sebelum hari raya Idul Adha
  3. Melempar tiga jumrah, yakni : jumrah ula, jumrah wusta, serta jumrah aqabah.
  4. Mabit atau menginap di Mina
  5. Tawaf wada’ atau tawaf perpisahan
  6. Menjauh larangan ataupun perbuatan haram dalam ihram, misalnya:
    1. Bagi jemaah pria dilarang mengenakan pakaian yang berjahit.
    2. Dilarang menutup bagian kepala untuk pria, sedangkan wanitan menutup
    3. Membunuh atau menyembelih hewan buruan.
    4. Memotong kuku.
    5. mengenakan wangi-wangian.
    6. Melakukan aqad nikah.
    7. Melakukan jima’
    8. mencukur rambut ataupun bulu di bagian tubuh yang lain.

3. Tata cara dalam ibadah haji

Seluruh jemaah haji akan melakukan Tawaf di Masjidil Haram (Mekkah), sebelum 8 Dzulhijjah. Tanggal  tersebut dikenal dengan hari tarwiyah, pasalnya para jema’ah haji akan menyiapkan bekal yang cukup untuk dibawa menuju mina serta padang arafah. Sebab kedua lokasi tersebut tidak memiliki sumber air. Selanjutnya jemaah haji akan melakukan ihram untuk beribadah haji, mulai dengan membersihkan diri atau mandi, mengenakan wangi-wangian dan selanjutnya memakai pakaian ihram, sambil mengucapkan talbiyah.

Kemudian jemaah akan menuju Mina, sesampainya di Mina, kemudian melaksanakan sholat wajib yakni zhuhur, ashar, maghrib serta isya hingga shalat subuh sesuai waktunya masing-masing. Akan tetapi untuk sholat yang rakaatnya berjumlah empat maka diqashar menjadi dua rakaat saja. Para jemaah pun tetap berdiam di Mina hingga matahari terbit tepat di tanggal 9 Dzulhijjah.

Pagi hari di 9 Dzulhijjah, seluruh jemaah haji akan melaksanakan wukuf di Padang Arafah sampai waktu Maghrib tiba. Bagi jama’ah disunnahkan untuk singgah  terlebih dulu di namirah apabila memungkinkan bisa berdiam dulu di sana sampai matahari tergelincir. Namirah sendiri merupakan sebuah lokasi yang berada di dekat perbatasan arafah, jika matahari tergelincir, serta telah masuk maktu zhuhur. Maka disunnahkan untuk imam atau seseorang yang diwakilkan agar menyampaikan khutbah di depan para jema’ah. Biasanya isi khotbah berisi tentang kondisi umat muslim, dan ajakan untuk kembali pada tauhid, hukum-hukum mengenai ibadah haji, beberapa hal penting lainnya.

Waktu pelaksanaan wukuf di padang Arafah dimulai dari terbitnya fajar pada 9 dzulhijah sampai terbit fajar pada 10 dzulhijah. Siapapun yang melaksanakan wukuf di waktu tersebut meskipun sebentar, maka ia telah dianggap mengerjakan wukuf, maka hajinya pun sah.

Pada 9 Dzulhijjah malam, seluruh jamaah haji akan menuju ke Muzdalifah untuk melakukan mabit atau bermalam dan mengambil beberapa batu untuk melempar jumroh secukupnya. Saat 9 Dzulhijjah sudah memasuki tengah malam atau sesudah melakukan mabit, maka jemaah haji bisa meneruskan perjalanan ke Mina untuk melakukan ibadah melempar Jumroh.

Pada 10 Dzulhijjah, jemaah haji akan melaksanakan wajib haji yakni melontar Jumroh sebanyak tujuh kali ke Jumrah Aqabah yang menjadi simbol untuk  menghalau atau mengusir setan. Kemudian dilanjutkan dengan melaksanakan tahalul yakni mencukur sebagian rambut atau seluruhnya. Apabila jemaah mengambil nafar di awal maka bisa segera melanjutkan perjalanan  ke Masjidil Haram untuk melaksanakan Tawaf Haji untuk menyelesaikan Haji.

Namun jika mengambil nafar di akhir, maka jemaah bisa tetap berada di Mina untuk melanjutkan melempar jumrah sambungan, yakni jumrah ‘Ula serta jumrah Wustha. Pada 11 Dzulhijjah, jemaah haji bisa melontar jumrah Ula di tugu yang pertama, kedua, dan tugu yang ketiga.

Selanjutnya saat 12 Dzulhijjah, jemaah haji bisa melempar jumrah wusta di tugu pertama, kedua, dan juga tugu yang ketiga.  Lalu yang terakhir jemaah haji bisa kembali ke Mekkah untuk melakukan tawaf perpisahan atau Tawaf Wada’ sebelum pulang kembali ke negaranya masing-masing.

Nah demikian tadi informsi menarik tentang harga hajifuroda Surabaya 2023. Sahabat Satuoturs yang sedang berencara untuk beribadah haji, bisa memilih Satutours sebagai travel haji furoda Surabaya untuk menemani pelaksanaan ibadah haji. Kesempatan tak datang dua kali, karenanya jangan lewatkan kesempatan menjalankan ibadah haji dengan visa haji furoda. Tanpa antri dengan layanan terbaik, yuk daftar haji furoda sekarang jga hanya di Satutours.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *